Selasa, 17 Agustus 2021

Menggenggam Asa 76 Tahun Merdeka

Usia Indonesia merdeka sudah menginjak 76 tahun. Hal itu dimulai dengan dibacakannya proklamasi oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 agustus 1945. Pernyataan tegas dengan persiapan singkat dengan mengambil momentum kekosongan kekuasaan saat itu. Pembacaan yang disambut dengan teriakan sorak gembira seluruh masyarakat Indonesia menaruh harapan besar negeri ini bisa menjadi lebih baik kedepannya. 


Indonesia merdeka bukan hanya sekedar euforia. Kegigihan perjuangan panjang dan kejelian melihat momentum dibalut dalam bingkai persatuan. Semangat persatuan para pendiri perlu dijadikan sebuah contoh tauladan. Membangun visi bersama untuk kemajuan negeri yang sudah menjadi tugas dan tanggungjawab setiap warga negara.


Saat ini negeri kita sedang dilanda wabah yang sudah menggerogoti ke seluruh sendi sendi kehidupan. Mulai dari kesehatan, pendidikan hingga ekonomi. Kesejahteraan sosial juga terancam dikarenakan banyaknya pengangguran dan meningkatnya angka kemiskinan merupakan efek domino dari wabah tersebut. Tiap hari selama kurang lebih 1,5 tahun ini kita dihadapkan dengan ketidakpastian, perasaan was-was yang berlebihan hingga penyakit distrust antar sesama masyarakat dan pemerintah. Seolah-olah kondisi ini kacau tak karuan sehingga masing-masing menyelamatkan diri, slogan yang kuatlah yang bertahan terhembus kencang ke seluruh penjuru negeri.


Kondisi ketidakpastian ini semakin hari semakin membaik, sektor kesehatan sudah menemui titik terang dengan adanya program vaksinasi gratis dari pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran wabah. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau dikenal dengan PPKM juga efektif dengan tetap memperhatikan ekonomi masyarakat, sebagaimana diketahui 60% sektor perekonomian ditopang dari UMKM. Kebijakan dan program tersebut berhasil membawa Indonesia keluar dari lubang resesi dengan angka pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 7,07%. Persatuan dan kolektifitas merupakak kunci bangkit dari keterpurukan ini.


Terakhir penulis menyampaikan bahwa semangat persatuan dan kolektifitas agar senantiasa selalu terjaga, karena dengan itu akan tumbuh rasa peduli dan semangat gotong royong. Masa sekarang tak jauh beda dengan 76 tahun yang lau saat para tokoh pemuda dan orang tua berbeda pandangan dalam meraih kemerdekaan. Dengan semangat persatuan akhirnya semua teratasi. Kini persatuan dan kolektifitas itu kunci utama dalam mengenggam asa hari-hari esok yang lebih cerah. Berikan kepercayaan kepada pemerintah dan sesama, mari peduli dan bergotong royong. Merdeka !!! Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. 


Taufik Kurniawan

Wakil Sekretaris Umum Badko HMI Sumut Periode 2018-2020

Kamis, 15 Juli 2021

Vaksinasi Gotong Rotong, Keadilan Hakiki Jalan Keluar dari Pandemi


Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa Vaksinasi Gotong Royong Individu merupakan opsi untuk masyarakat untuk memilih vaksin tersebut atau tidak.

“Prinsipnya pemerintah membuka opsi yang luas bagi masyarakat yang ingin mengambil vaksin gotong royong baik melalui perusahaan maupun melalui individu,” katanya dalam konferensi pers virtual, yang dikutip dari laman berita sahabatnegeriku.kemkes.go.id Senin (12/7).


Vaksinasi Gotong Royong merupakan Keadilan Hakiki


Program vaksinasi gotong royong yang dicanangkan pemerintah merupakan solusi kongkrit bagi efektifitas dalam pengendalian penyebaran dan memutus mata rantai covid19. Program tersebut mengutamakan prinsip gotong royong dengan asas keadilan yang hakiki. Bagaimana tidak, istilah keadilan bukan memberikan perlakuan sama rata namun perlakuan hak sesuai kebutuhannya. 


Keadilan dalam konteks yang lebih luas tidak hanya sekedar perlakuan sama rata sama rasa, namun lebih dari itu yakni persamaan perlakuan untuk memenuhi kebutuhan secara proporsional. Ketika warga negara diperlakukan sesuai dengan kebutuhannya, tidak egois meminta kalau dia sanggup tapi lebih kepada sikap berjiwa besar menyisihkan yang dia punya untuk masyarakat lain yang lebih membutuhkan. Inilah keadilan hakiki.


Allah swt berfirman dalam Alqur’an Surat At-Tin ayat 8 berbunyi; “bukankah allah adalah hakim yang seadil-adilnya”. Ayat tersebut penuh makna yang mana perlakuan adil kalau kita resapi bukan hanya berpikir untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, namun Allah jauh lebih tau bahwa dia selalu memberi apa yang kita butuhkan.


Karena keadilan-Nya, Allah SWT disebut juga oleh Alquran dengan sebutan Al- 'Adl (Tuhan Yang Maha Adil). Adil karena memberikan kepada makhluk hak mereka serta ditempatkan-Nya masing-masing makhluk-Nya itu pada posisi yang sesuai dengan tabiat mereka.


Jadi menurut pemahaman penulis disini bagaimana kita bisa bersikap dewasa dan lebih mengutamakan kepentingan masyrakat luas daripada terus-terusan meminta hak yang sebenarnya hak itu jauh dari kesanggupan kita. Ketahuilah bahwa itu akan menjerumuskan kita kepada lubang kemunafikan, sesungguhnya Allah swt sangat membenci orang-orang munafik.


Jalan Keluar dari Pandemi


Pemerintah Republik Indonesi bukan serta merta tidak memikirkan setiap kebijakan dan yang dikeluarkan dalam mengatasi pandemi yang sudah melanda negeri ini lebih dari 1 tahun. Tentunya kebijakan yang dikeluarkan sudah melalui proses penelaahan kritis dan juga melibatkan seluruh elemen. 


Kebijakan pelaksanaan program “vaksinasi gotong royong” dalam hal ini vaksinasi berbayar yang bisa dinikmati langsung oleh individu merupakan solusi kongkrit dalam mengatas pandemi. Karena inilah jalan keluar dalam memutus mata rantai penyebaran covid19. Ada 3 manfaat langsung yang didapat dalam melakukan pengendalian wabah covid19; 1) program subisidi silang bagi warga negara yang mampu bisa membantu warga yang tidak mampu

2) mencegah terjadinya kerumunan yang sudah banyak terjadi di tempat-tempat penyelenggaraan vaksinasi gratis oleh pemerintah

3) membantu pemerintah dalam menambah kas keuangan negara


Tentunya ini sebuah program brilian untuk bisa bertahan dari hantaman badai wabah pandemi yang sudah menyentuh ke seluruh sendi-sendi kehidupan, seperti perekonomian, PHK besar”an, dan jurang kemiskinan. 


Sekarang tidak saatnya untuk berdebat dan mengkritisi pemerintah, lebih baik diam kalau tidak bisa berbuat. Saat ini kondisinya serba sulit, jadi lebih baik pecaya dan serahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Setiap pemerintah pasti selalu memikirikan dan memberikan yang terbaik untuk warga negaranya. Semoga Indonesia terlepas dari jeratan wabah covid19. InsyaAllah, aamiin.